Monday, 17 February 2020

Dasar memilih mesin pertanian

dasar memilih mesin pertanian

Teringat masa 25 tahun lalu ketika traktor baru pertama dikenalkan ke petani, penolakan dengan alasan akan merenggut hak kerbau dan sapi dalam membajak tanah.

Saat itu jelas sebuah lompatan besar dari bajak yang menggunakan tenaga hewan beralih bajak dengan mesin, bahkan ada tipe traktor yang diberi nama kerbau besi.

Kini setelah 25 tahun, mesin pertanian yang mampu dibeli oleh petani kecil hanya seputar mesin bajak dan mesin pompa air.

Faktor mahalnya harga mesin pertanian semisal mesin tanam ataupun mesin panen menyebabkan petani tidak dapat membeli mesin-mesin tersebut. kalaupun ada ditemui mesin tanam dan mesin panen yang berkeliaran di lahan petani, bisa dipastikan mesin tersebut adalah bantuan.

Sebuah ironi, ketika salah satu meningkatkan hasil pertanian dengan mekanisasi, petani terbentur dengan dengan kemampuan daya beli petani yang rendah, yang dikarenakan kepemilikan atas lahan juga terbatas.

Tapi tunggu dulu, sebuah berita dari sumber yang terpercaya tingkat mekanisasi pertanian Indonesia meningkat pesat, karena sejak tahun 2014 sampai 2018 pemerintah telah menyalurkan sebanyak 438.506 unit yang tidak hanya berupa traktor pengolah tanah, bantuan juga berupa raktor roda 2, traktor roda 4, mesin pompa air, rice tranplanter, chopper, cultivator, excavator, hand sprayer, alat tanam jagung, backhor loader, rotatanam, grain seeder, mist blower dan penyiang gulma.

Karena keterbatasan jumlah unit yang diperbantukan pemerintah, maka jika ingin melakukan mekanisasi pertanian maka petani harus membeli secara mandiri.

Apa yang harus dijadikan dasar terutama bagi petani pemula dalam memilih alat dan mesin pertanian?


1. Ketersediaan dana

Dengan luas kepemilikian lahan dan pola bertani yang masih banyak mengandalkan alam maka pilihan untuk dapat memiliki mesin pertanian jelas semakin terbatas, mesin yang paling populer adalah mesin pompa air dan bajak tanah. 

Mesin bajak tanah yang mampu dimiliki petani juga terbatas pada bajak mini, bajak non rotary sedangkan bajak yang menggunakan sistem rotary kebanyakan petani membeli bekas pakai.

2. Luas Lahan

Luas lahan akan sangat menentukan dalam menentukan mesin apa yang harus dipilih, pilihan ini akan sangat menentukan jika kaitanya dengan mesin pompa air yang memiliki jenis dan kapasitas yang berbeda-beda.

Misal, jika lahan mengelompok dalam satu area, maka memilih mesin dengan kapasitas besar akan lebih efektif. Sedangkan jika lahan berada lahan yang terpisah, menggunakan mesin yang mudah untuk dipindah akan lebih hemat.

3. Tingkat efisiensi

Setiap mesin pertanian memiliki efisiensinya masing-masing, hanya saja hal tersebut akan kita ketahui ketika kita sudah mencobanya, dengan berkonsultasi kepada orang yang sudah punya pengalaman terhaap mesin pertanian jenis tertentu, kita bisa menggunakan sebagai dasar pertimbangan dalam memiliih mesin pertanian apa yang sesuai dengan kita. dan tentu akan menghindarkan kita dari kerugian.

4. Merk

Merk terkenal mahal, produksi china murah, bukan rahasia merk produksi china membanjiri pasaran dengan harga murah bahkan suku cadangnya juga murah. Dikalangan petani meski merk yang terkenal lebih awet, membeli merk produksi china lebih menguntungkan, karena masa pakai lebih pendek, tapi biaya perawatan jatuhnya lebih mahal.

Tapi jika kita berpikir lebih jauh, mengapa kita tidak mendukung produksi dalam negeri meski mahal, contoh traktor Merk Kubota yang sudah terkenal handal dan produksi dalam negeri.

Demikian artikel tentang dasar pertimbangan dalam memilih alat dan mesin pertanian yang mungkin bisa menghindarkan petani salah beli.

No comments:

Post a comment

Ads 720 x 90